Hot Posts

6/recent/ticker-posts

Geruduk Kejagung RI, PPMSU Desak Pengusutan Skandal Kredit Rp 225,44 Miliar di Bank Sumut

​MerpatiNusantara, JAKARTA – Sejumlah massa yang tergabung dalam Persatuan Pemuda dan Mahasiswa Sumatera Utara (PPMSU) menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI), Jakarta, Senin (4/5/2026). Aksi ini membawa tuntutan keras terkait dugaan skandal kredit bermasalah di PT Bank Sumut yang mencapai angka Rp 225,44 Miliar pada tahun 2023.

​Dalam aksinya, massa membentangkan spanduk besar bertuliskan "Bank Sumut Perampok!!! Kejagung Segera Periksa Direksi & Komisaris Bank Sumut Terkait Dugaan Kredit Bermasalah 225,44 Miliar Pada Tahun 2023!". Mereka juga menggunakan mobil komando untuk menyuarakan orasi secara bergantian.

​Oza Hasibuan, selaku Koordinator Aksi, dalam orasinya menegaskan bahwa skandal ini telah melukai hati masyarakat Sumatera Utara. Ia menilai adanya indikasi kegagalan sistemik dan potensi tindak pidana korupsi dalam proses penyaluran kredit tersebut.

​"Kami datang jauh-jauh ke Jakarta untuk meminta kepastian hukum. Kejagung RI tidak boleh diam melihat uang rakyat Sumatera Utara di Bank Sumut menguap begitu saja melalui kredit bermasalah. Ini adalah angka yang sangat fantastis, dan harus ada yang bertanggung jawab!" tegas Oza di depan gerbang Kejagung RI.

​Setidaknya ada tiga poin utama yang disampaikan PPMSU kepada pihak Kejaksaan Agung:
​Periksa Jajaran Pimpinan: Mendesak Jaksa Agung segera memanggil dan memeriksa jajaran Direksi serta Komisaris PT Bank Sumut yang menjabat saat proses kredit tersebut berjalan.

​Audit Investigatif: Meminta pemeriksaan menyeluruh terhadap pihak internal yang terlibat dalam proses persetujuan, pencairan, hingga pengawasan kredit.
​Transparansi Publik: Meminta Kejagung RI memberikan informasi secara berkala kepada publik Sumatera Utara mengenai perkembangan pengusutan kasus ini.

​Aksi yang berlangsung tertib ini merupakan bentuk pengawasan pemuda terhadap aset daerah. Oza Hasibuan juga menambahkan bahwa jika tidak ada tindak lanjut yang signifikan dari Kejaksaan Agung, PPMSU berjanji akan kembali dengan gelombang massa yang lebih besar.
​"Kami akan terus mengawal kasus ini sampai tuntas. Bank Sumut adalah kebanggaan daerah kami, jangan biarkan dirusak oleh oknum-oknum perampok uang rakyat," tutup Oza sebelum membubarkan barisan dengan tertib.

(TIM)

Posting Komentar

0 Komentar