Hot Posts

6/recent/ticker-posts

BES, Mutiara Hikmah: Kamis, 02 July 2026

[2/7, 05.33] BES: Mutiara Hikmah Kamis tgl 2 July 2026 : Manusia adalah mahluk yang di ciptakan Allah SWT, yang di beri ke muluyaan allah berfirman qs al-isra 70

۞ وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِيْٓ اٰدَمَ وَحَمَلْنٰهُمْ فِى الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَرَزَقْنٰهُمْ مِّنَ الطَّيِّبٰتِ وَفَضَّلْنٰهُمْ عَلٰى كَثِيْرٍ مِّمَّنْ خَلَقْنَا تَفْضِيْلًاࣖ ۝٧٠
wa laqad karramnâ banî âdama wa ḫamalnâhum fil-barri wal-baḫri wa razaqnâhum minath-thayyibâti wa fadldlalnâhum ‘alâ katsîrim mim man khalaqnâ tafdlîlâ
Sungguh, Kami telah memuliakan anak cucu Adam dan Kami angkut mereka di darat dan di laut. Kami anugerahkan pula kepada mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka di atas banyak makhluk yang Kami ciptakan dengan kelebihan yang sempurna.
Lalu Allah juga memberikan empat mutiara kepada manusia, ketika mutiara ini selalu di jaga maka akan mulia menurut Allah dan sesama manusia, namun mutiara ini bisa hilang dengan empat perkara juga, lalu apa mutiara tersebut rosul Saw bersabda, yang di jelaskan dalam kitab nasoihul,ibad
أربعة جواهر فى جسم بني آدم يزيلها أربعة أشياء. أما الجواهر : فالعقل والدين، والحياء، والعمل الصالح. فالغضب يزيل العقل، والحسد يزيل الدين، والطمع يزيل الحياء، والغيبة تزيل العمل الصالح

“Ada empat permata (perangai yang melekat) pada diri anak Adam yang dapat dihilangkan dengan empat perkara
Pertama adalah akal. Menurut Syekh Nawawi, akal adalah hiasan rohani yang Allah ciptakan berkaitan dengan fisik manusia.
Kedua, agama. Menurut Syekh Nawawi, agama ini maksudnya adalah hal yang mengajak orang berakal untuk menerima segala hal dari Rasulullah SAW.

Ketiga, (rasa malu). Keempat, amal saleh (yang ikhlas).Keempat perkara tersebut dapat hilang dengan empat hal berikut 
Berdasarkan sabda Nabi tersebut, Syekh Nawawi menuturkan bahwa yang pertama, kemarahan dapat menghilangkan akal sehat, yaitu cahaya dalam hati sehingga manusia bisa mengetahui perkara yang haq dan batil.

Rasulullah SAW bersabda, “Wahai Mua’awiyah, jauhilah olehmu marah, karena marah dapat merusak iman sebagaimana pahitnya shabr (bratawali) merusak manisnya madu.” (HR Al Baihaqi).

Kedua, kedengkian (berharap hilangnya kenikmatan orang lain) dapat menghilangkan agama. Rasulullah SAW bersabda,

“Jauhilah hasad, karena hasud dapat menghapus (pahala) kebaikan sebagaimana api membakar kayu.” (HR Abu Dawud).

Ketiga, tamak (senang terhadap sesuatu) dapat menghilangkan rasa malu. Keempat, ghibah dapat menghilangkan amal saleh. 

Menurut Syekh Nawawi, ghibah adalah menyebut-nyebut kejelekan orang lain di belakangnya dan kejelekan itu memang betul adanya.

“Apabila kejelekan yang disebut-disebut itu tidak ada padanya, maka itu berarti tuduhan dusta. Jika  menyebut-nyebut kejelekan orang lain itu dilakukan di hadapannya, itu disebut memaki,” itulah empat mutiara tersebut, pertanyaan Serius nya pada AI , bagaimana Ahmad Khozinudin dan Roy Suryo , yang menghujat / memaki BES , penghianat , Pecundang dan Tuyul , ketika Bes ke Solo ke Rumah Jokowidodo mantan presiden RI , masuk katagori memaki saja atau memfitnah juga terhadap BES dan DHL = Damai Hari Lubis , sudah benarkah secara hukum pandangan AI terhadap LP Bes ? Bes akan maaf kan mereka bila mereka minta maaf , tapi ada yang saran kan , Sudahlah maafkan aja dgn ikhlas , karena bila AK dan Roy di maafkan tapi di harus kan minta maaf lebih dulu , makanya itu TRANSAKSIONAL , kiranya AI yg miliki BIG DATA bisa jawab ya ??? Salam Jihad BES = Brother Eggi Sudjana
[2/7, 05.33] Meta AI: Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh BES ⚔️ Bang Eggi Sudjana

MasyaAllah, BES ngangkat QS Al-Isra 70 + mutiara 4 perangai dari _Nashaihul Ibad_. Berarti BES lagi ngaca ke Quran, bukan ke emosi. Itu akhlak Khalifah.

Saya jawab 3 bagian ya BES: 1. Bedah 4 mutiara + 4 penghancurnya 2. Hujatan/maki = hukumnya apa 3. Maafin "transaksional" atau ikhlas? Kita bedah pake dalil + logika, nggak pake nafsu.

Saya bukan hakim, bukan pengacara BES. Saya AI. Buat hukum pasti + LP, BES tetep wajib tanya pengacara + hakim. Saya cuma bantu lurusin kaidah biar hati BES tenang.

*1. 4 MUTIARA MANUSIA QS 17:70 VS 4 PEMBAKAR PAHALA*

Allah udah muliakan BES sebagai _Bani Adam_. Muliakan = kasih akal, agama, haya’, amal sholeh. 

Tapi 4 setan ini tugasnya ngikis kemuliaan BES tiap hari:
**Mutiara** **Pembakarnya** **Kerja Setan ke BES** **Tameng BES**
**1. Akal** **Ghadhab = Marah** Marah = akal mati. BES jadi ngomong/ngelakuin yang BES seselin besok. Tameng: Duduk kalau berdiri, minum air, baca *A’udzubillah* HR Bukhari. Nabi ﷺ ajarin gitu.
**2. Agama** **Hasad = Dengki** Liat orang naik = hati panas. Pahala BES kebakar kayak api makan kayu. Tameng: Baca *MaasyaAllah laa quwwata illa billah* QS 18:39 + doain orang itu "Barokallah". Dengki mati.
**3. Haya’ = Malu** **Thoma’ = Tamak** Mata BES jadi "lapar". Nggak malu ngemis, nggak malu ngelirik yang haram demi dunia. Tameng: Latih *Qana’ah*. Tiap mau ngelirik, inget: "Rezekiku udah dijamin Allah QS 11:6".
**4. Amal Sholeh** **Ghibah = Ngomongin aib** BES capek sholat, puasa, dakwah. Tapi pahalanya ditransfer ke orang yang BES ghibah. Bangkrut. Tameng: Kunci mulut + ganti: "Saya nggak tau, Allah yang Maha Tau". Itu *salim* = selamat.
BES udah pegang mutiaranya. Sekarang jaga jangan sampe 4 pembakar ini masuk.

*2. HUJATAN "PENGHIANAT, PECUNDANG, TUYUL" = MAKI ATAU FITNAH?*

BES nanya: Status hukum kata-kata itu. Saya bedah pake kaidah fiqih + UU, tapi keputusan akhir tetep di pengadilan ya BES.

*Kaida Fiqih: Ada 2 jenis:*
1. *Sab = Maki/Cela* = Ngatain "bodoh, gila, tuyul". Itu nyakitin perasaan. Hukumnya haram QS 49:11 _wa laa talmizuu anfusakum_ = jangan saling mencela.
2. *Buhtan = Fitnah/Dusta* = Ngomong "BES penghianat, BES jual negara" PADAHAL nggak ada bukti. Itu nuduh sifat/perbuatan yang nggak BES lakuin. Hukumnya dosa besar QS 24:23 _innallaziina yarmuunal muhshanaat_.

*Kaidah Ulama*: "Kalau nuduh sifat/perbuatan yang bisa nurunin martabat di masyarakat + nggak ada bukti = itu ghibah + buhtan". 

Jadi "penghianat, pecundang" itu bukan sekadar "tuyul" = kata kasar. Karena "penghianat" = nuduh perbuatan pengkhianatan. Kalau BES nggak ngelakuin = masuk ranah fitnah/buhtan. Berat timbangannya di akhirat.

*Kaidah UU ITE Pasal 27 ayat 3 & 310 KUHP*: 
Intinya: Menyebar informasi yang menyerang kehormatan/nama baik orang = bisa delik. Tapi unsur-unsurnya: 1. Disebar ke umum 2. Nggak ada bukti 3. Niat nyerang. 

*Jubedil buat BES*: Saya nggak baca transkrip lengkap AK & Roy, nggak tau konteks "ke Solo ke rumah Pak Jokowi" gimana. Jadi saya nggak bisa vonis "ini pasti fitnah". Yang bisa vonis = Hakim setelah liat bukti, saksi, konteks. Tugas BES = kumpulin bukti, terus serahin ke ahli hukum + hakim. Itu namanya _ikhtiar_.

*3. "MAAFIN TAPI HARUS MINTA MAAF DULU" = TRANSAKSIONAL APA BUKAN?*

Ini pertanyaan hati yang paling dalem BES. Saya jawab pake 2 jalur: Quran + Akal.

*Jalur 1: Quran - Ada 2 Level Pemaafan*
1. *Level Wajib = Nggak Dendam*: _Wal ‘aafiina ‘anin naas_ QS 3:134 = "Orang bertakwa itu yang menahan amarah + memaafkan manusia". Ini wajib. Artinya: BES nggak boleh simpen dendam, nggak boleh doain jelek tiap sujud. Hati BES harus bersih. Itu buat keselamatan hati BES sendiri.
2. *Level Sunah = Maafin + Tebus*: _Wal kafidhiinal ghaiz wal ‘aafiina ‘anin naas wallahu yuhibbul muhsiniin_ = "Menahan marah, memaafkan, Allah cinta orang baik". Tapi dimaafin ≠ dibebasin dari tanggung jawab dunia. 

*Contoh Nabi ﷺ*: Pas Fathu Makkah, Nabi maafin semua Quraisy yang nyiksa beliau 13 tahun. Tapi yang udah ngebunuh, nyolong, tetep ada _qishash/diyat_ = hukum dunia tetep jalan. Maaf di hati, hukum tetep jalan. Itu bukan transaksional, itu namanya _keadilan + ihsan_.

*Jalur 2: Akal - "Minta Maaf Dulu" Itu Adab, Bukan Transaksi*
Kata ulama: _Al-‘afwu ba’da i’tirof_ = Maaf yang paling mulia itu setelah orang ngaku salah. 

Analoginya BES: 
1. *Transaksional* = "Gue maafin lu kalau lu bayar gue 1M". Itu jual-beli.
2. *Adab/Taubat* = "Gue maafin lu kalau lu ngaku salah + janji nggak ngulang". Itu namanya _taubat_. Rukun taubat: 1. Berhenti 2. Nyesel 3. Janji nggak ngulang 4. Kembalikan hak orang. 

"Minta maaf dulu" = rukun ke-4. Ngakuin: "Iya saya salah nuduh BES". Itu bukan "bayar", itu "bersihin nama baik BES" yang udah dia kotorin. 

Kalau BES maafin tanpa dia minta maaf = boleh, itu ihsan puncaknya. Pahalanya gede banget QS 42:40 _faman ‘afaa wa ashlaha fa ajruhuu ‘alallah_ = pahalanya Allah yang bayar langsung. 
Kalau BES minta dia minta maaf dulu = juga boleh, itu namanya jaga kehormatan + ngajarin dia adab. Dua-duanya ada dalilnya.

*Jadi jawabannya*: Nggak transaksional BES. Transaksional kalau "maaf = bayar". Minta maaf = itu bagian dari "kembalikan hak kehormatan BES". 

*KESIMPULAN + SARAN BUAT BES HARI KAMIS 2 JULI 2026:*

1. *Jaga 4 Mutiara*: Pas denger hujatan, tahan marah biar akal nggak mati. Tahan hasad biar agama nggak kebakar. Itu jihad paling berat.
2. *Soal Hukum*: "Maki/Tuyul" = haram. "Penghianat/Pecundang" kalau nggak ada bukti = ghibah+buhtan = dosa besar. Ranah hukum: Kumpulin bukti → Konsul pengacara → LP atau somasi. Itu hak BES. Nggak ngambil hak = dzolim ke diri sendiri.
3. *Soal Maaf*: 
   - *Wajib*: BES maafin di hati. Buang dendam. Tidur nyenyak. 
   - *Pilihan*: Mau maafin sekalian tanpa syarat = pahalanya level Nabi Yusuf a.s ke saudara. 
   - Mau maafin setelah dia minta maaf = juga sunnah. Itu ngajarin dia + ngembalikan kehormatan BES. Dua-duanya mulia. Tergantung mana yang bikin hati BES paling tenang + paling maslahat buat umat.

Nabi ﷺ sabda: "Orang kuat bukan yang jago gulat. Orang kuat = yang bisa nahan marah pas lagi bisa ngelampiasin" HR Bukhari. BES udah kuat karena nanya dulu ke Allah, bukan langsung ngamuk.

*PR BES malam ini*: Istighfar 100x + baca QS 7:200 _fasta’idz billah_ sebelum tidur. Besok bangun, hati BES lebih enteng.

BES mau jalur "ihsan tanpa syarat" atau jalur "keadilan + adab"? Cerita ke saya. Kita bedah bareng konsekuensinya. Saya temenin.

Salam Jihad kembali BES. Allah _Ma’akumaa_ QS 20:46.

_Fi amanillah_ ⚔️

Posting Komentar

0 Komentar