Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

PEMRED

Iklan


 

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Mutiara Hikmah BES: Kamis, 6 Agustus 2026

Kamis, 06 Agustus 2026 | Agustus 06, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-07T03:48:31Z

๐Ÿคฒ *Memahami Makna "Ulil Amri Minkum"*

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

ูŠَุง ุฃَูŠُّู‡َุง ุงู„َّุฐِูŠู†َ ุขู…َู†ُูˆุง ุฃَุทِูŠุนُูˆุง ุงู„ู„َّู‡َ ูˆَุฃَุทِูŠุนُูˆุง ุงู„ุฑَّุณُูˆู„َ ูˆَุฃُูˆู„ِูŠ ุงู„ْุฃَู…ْุฑِ ู…ِู†ْูƒُู…ْ ۖ ูَุฅِู†ْ ุชَู†َุงุฒَุนْุชُู…ْ ูِูŠ ุดَูŠْุกٍ ูَุฑُุฏُّูˆู‡ُ ุฅِู„َู‰ ุงู„ู„َّู‡ِ ูˆَุงู„ุฑَّุณُูˆู„ِ ุฅِู†ْ ูƒُู†ْุชُู…ْ ุชُุคْู…ِู†ُูˆู†َ ุจِุงู„ู„َّู‡ِ ูˆَุงู„ْูŠَูˆْู…ِ ุงู„ْุขุฎِุฑِ ۚ ุฐَٰู„ِูƒَ ุฎَูŠْุฑٌ ูˆَุฃَุญْุณَู†ُ ุชَุฃْูˆِูŠู„ًุง

"Wahai orang-orang yang beriman! Taatilah Allah, taatilah Rasul, dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berselisih tentang sesuatu, maka kembalikanlah kepada Allah (Al-Qur'an) dan Rasul (Sunnah), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama dan lebih baik akibatnya."
(QS. An-Nisa' [4]: 59)

๐Ÿ’ฌ Tanya Jawab BES dengan AI

❓Pertanyaan BES

"Bagaimana memahami makna ulil amri minkum? Apakah yang dimaksud hanya Presiden sebagai kepala pemerintahan, atau dapat pula mencakup lembaga seperti DPR, MPR, para hakim, ulama, dan pemegang amanah lainnya?"

๐Ÿค– Jawaban AI

1️⃣ Apa Arti Ulil Amri?

Secara bahasa:

Ulil berarti orang-orang yang memiliki.

Amr berarti urusan, kewenangan, atau otoritas.

Minkum berarti dari kalangan kamu sendiri.

Dengan demikian, ulil amri berarti orang-orang yang diberi amanah untuk mengurus urusan masyarakat.
Karena menggunakan bentuk jamak (ulil), banyak ulama memahami bahwa istilah ini tidak terbatas pada satu orang saja.

2️⃣ Siapa yang Termasuk Ulil Amri?

Para ulama memiliki penjelasan yang saling melengkapi.
Di antaranya:

๐Ÿ‘‘ Penguasa atau pemerintah, seperti kepala negara dan para pejabat yang menjalankan pemerintahan.

⚖️ Hakim dan aparat yang menjalankan keadilan, karena mereka memutus perkara berdasarkan kewenangannya.
๐Ÿ“– Ulama dan ahli ilmu, karena mereka memberi bimbingan dalam urusan agama.

Sebagian ulama juga memasukkan ahlul halli wal 'aqdi, yaitu orang-orang yang memiliki kewenangan dalam musyawarah dan pengambilan keputusan bagi kepentingan umat.

3️⃣ Bagaimana dalam Sistem Ketatanegaraan Indonesia?

Dalam sistem ketatanegaraan modern Indonesia, fungsi-fungsi pemerintahan dibagi ke dalam beberapa lembaga negara.
Karena itu, jika dikaitkan dengan konsep ulil amri secara fungsional, dapat dipahami bahwa:

๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ Presiden menjalankan kekuasaan eksekutif.

๐Ÿ›️ DPR dan MPR menjalankan fungsi legislasi, pengawasan, dan konstitusional sesuai kewenangannya.

⚖️ Mahkamah Agung, Mahkamah Konstitusi, dan badan peradilan menjalankan fungsi yudikatif.

Namun, perlu dipahami bahwa Al-Qur'an tidak menyebut nama lembaga negara modern seperti DPR atau MPR. Penyamaan tersebut merupakan ijtihad atau pendekatan dalam memahami bagaimana prinsip ulil amri diterapkan pada sistem pemerintahan masa kini, bukan penafsiran yang bersifat mutlak.

4️⃣ Apakah Ketaatan kepada Ulil Amri Bersifat Mutlak?

Tidak.
Al-Qur'an memberikan urutan yang sangat menarik:

✅ Taat kepada Allah.
✅ Taat kepada Rasul.
✅ Taat kepada ulil amri.

Kemudian Allah melanjutkan:

"Jika kalian berselisih dalam suatu perkara, maka kembalikanlah kepada Allah dan Rasul."

Ini menunjukkan bahwa setiap bentuk kekuasaan tetap berada dalam koridor hukum dan keadilan.

Rasulullah ๏ทบ juga bersabda:

"Tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam bermaksiat kepada Allah."

(HR. Ahmad dan dinilai sahih oleh banyak ulama)

Artinya, ketaatan kepada pemimpin berlaku dalam perkara yang baik dan tidak bertentangan dengan syariat.

๐Ÿ“š Referensi

๐Ÿ“– Al-Qur'an
• QS. An-Nisa': 59
๐Ÿ“š Tafsir
• Tafsir Ibnu Katsir.
• Tafsir Al-Qurthubi.
• Tafsir Ath-Thabari.
• Tafsir As-Sa'di.
๐Ÿ“š Hadis
• HR. Ahmad: "Tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam bermaksiat kepada Allah."
• HR. Bukhari dan Muslim tentang kewajiban taat kepada pemimpin dalam perkara yang ma'ruf.

๐ŸŒ Hikmah untuk Indonesia Tahun 2026

๐ŸŒฟ Kekuasaan adalah amanah, bukan hak istimewa.

๐ŸŒฟ Pemimpin, wakil rakyat, hakim, dan setiap pejabat akan dimintai pertanggungjawaban atas amanahnya.

๐ŸŒฟ Rakyat berkewajiban menaati aturan yang adil dan konstitusional, sekaligus berhak menyampaikan kritik dan nasihat secara santun sesuai hukum.

๐ŸŒฟ Musyawarah, keadilan, dan akhlak adalah fondasi negara yang kuat.

๐Ÿคฒ Doa

ุฑَุจِّ ุงุดْุฑَุญْ ู„ِูŠ ุตَุฏْุฑِูŠ ۝ ูˆَูŠَุณِّุฑْ ู„ِูŠ ุฃَู…ْุฑِูŠ ۝ ูˆَุงุญْู„ُู„ْ ุนُู‚ْุฏَุฉً ู…ِู†ْ ู„ِุณَุงู†ِูŠ ۝ ูŠَูْู‚َู‡ُูˆุง ู‚َูˆْู„ِูŠ

"Rabbi syrah lฤซ แนฃadrฤซ, wa yassir lฤซ amrฤซ, wahlul 'uqdatan min lisฤnฤซ, yafqahลซ qawlฤซ."

"Ya Tuhanku, lapangkanlah dadaku, mudahkanlah urusanku, lepaskanlah kekakuan dari lidahku, agar mereka memahami perkataanku."
(QS. Ta-Ha [20]: 25–28)

✨ Penutup

Ulil amri mengajarkan bahwa kehidupan bermasyarakat memerlukan kepemimpinan, amanah, dan ketaatan yang dibangun di atas keadilan.
Dalam konteks Indonesia, prinsip tersebut dapat menjadi inspirasi agar setiap penyelenggara negara menjalankan tugas sesuai konstitusi, sementara masyarakat berpartisipasi aktif dengan sikap kritis, santun, dan bertanggung jawab.

๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ 
*Salam.Jihad: Brother Eggi Sudjana (BES)*

"Taat kepada Allah adalah landasan, taat kepada Rasul adalah tuntunan, dan menghormati pemimpin dalam perkara yang ma'ruf adalah bagian dari menjaga ketertiban dan kemaslahatan bersama." ๐Ÿคฒ๐ŸŒฟ *KONSEP "ULIL AMRI MINKUM" MENURUT BUYA MOHAMMAD NATSIR DAN PEMIKIRAN MASYUMI*

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

ูŠَุง ุฃَูŠُّู‡َุง ุงู„َّุฐِูŠู†َ ุขู…َู†ُูˆุง ุฃَุทِูŠุนُูˆุง ุงู„ู„َّู‡َ ูˆَุฃَุทِูŠุนُูˆุง ุงู„ุฑَّุณُูˆู„َ ูˆَุฃُูˆู„ِูŠ ุงู„ْุฃَู…ْุฑِ ู…ِู†ْูƒُู…ْ

"Wahai orang-orang yang beriman! Taatilah Allah, taatilah Rasul, dan ulil amri di antara kamu."
(QS. An-Nisa' [4]: 59)

๐Ÿ’ฌ Tanya Jawab BES dengan AI

❓Pertanyaan BES

Bagaimana konsep ulil amri minkum menurut Buya Mohammad Natsir dan pemikiran Masyumi? Apakah ulil amri hanya Presiden, atau juga mencakup lembaga seperti DPR, MPR, dan unsur kepemimpinan lainnya?

๐Ÿค– Jawaban AI

๐Ÿ“Œ 1. Landasan Al-Qur'an

Ayat tentang ulil amri menjadi dasar penting dalam membangun tata kehidupan berbangsa.

Dalam berbagai tulisan dan pidato, Buya Mohammad Natsir menekankan bahwa kepemimpinan harus berpijak pada tauhid, akhlak, keadilan, musyawarah, dan amanah. Negara tidak harus berbentuk teokrasi, tetapi nilai-nilai Islam perlu menjadi landasan moral dalam penyelenggaraan negara.

๐Ÿ“Œ 2. Tiga Karakter Ulil Amri dalam Pemikiran Natsir

๐Ÿ•Œ 1. Berlandaskan Tauhid

Pemimpin harus memiliki integritas moral, beriman, dan menyadari bahwa kekuasaan adalah amanah yang akan dipertanggungjawabkan kepada Allah SWT.

๐Ÿค 2. Menjunjung Musyawarah

Buya Natsir memandang musyawarah sebagai prinsip penting dalam kehidupan bernegara.

Karena itu, lembaga perwakilan rakyat memiliki fungsi strategis dalam mewujudkan proses pengambilan keputusan yang bertanggung jawab.

⚖️ 3. Menegakkan Konstitusi dan Keadilan

Pemimpin wajib menjalankan amanah sesuai konstitusi, menegakkan keadilan, serta mengutamakan kesejahteraan rakyat.

๐Ÿ“Œ 3. Apakah DPR Termasuk Ulil Amri?

Dalam kerangka pemikiran politik Islam yang berkembang, termasuk gagasan yang sering dikaitkan dengan pemikiran Buya Natsir, terdapat pandangan bahwa fungsi DPR dapat dianalogikan dengan konsep ahlul halli wal 'aqdi, yaitu pihak yang bermusyawarah, memberi pertimbangan, serta mengawasi jalannya pemerintahan.

Karena itu, dalam konteks negara modern, Presiden sebagai eksekutif dan DPR sebagai lembaga legislatif sama-sama menjalankan amanah publik sesuai kewenangannya.

Namun demikian, hal ini merupakan ijtihad dalam penerapan konsep klasik ke sistem ketatanegaraan modern, bukan penafsiran eksplisit dari ayat Al-Qur'an.

Prinsip yang tetap berlaku adalah:

"Tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam bermaksiat kepada Allah."

๐Ÿ“Œ 4. Nilai-Nilai Kepemimpinan yang Ditekankan Buya Natsir

๐ŸŒฟ Tauhid
Kekuasaan adalah amanah, bukan alat untuk mencari kemuliaan pribadi.

๐Ÿค Persaudaraan
Pemimpin wajib berlaku adil kepada seluruh rakyat tanpa diskriminasi.

⚖️ Keadilan Sosial
Negara harus berpihak kepada kemaslahatan rakyat dan menjunjung keadilan.

๐Ÿ’ก Ijtihad dan Musyawarah
Persoalan kenegaraan diselesaikan melalui dialog, ilmu, dan musyawarah.

๐Ÿ“Œ 5. Pesan Politik Buya Mohammad Natsir

Beliau menekankan bahwa:

✅ Negara hadir untuk melayani rakyat.

✅ Kepemimpinan harus dibangun di atas moralitas, amanah, dan tanggung jawab.

✅ Perjuangan dilakukan melalui jalan konstitusional, dakwah, pendidikan, dialog, serta lembaga-lembaga demokrasi.

๐Ÿ“š Hikmah

๐ŸŒฑ Kekuasaan bukan tujuan, melainkan amanah.

๐ŸŒฑ Pemimpin terbaik adalah yang melayani rakyat dengan kejujuran dan keadilan.

๐ŸŒฑ Rakyat berkewajiban mendukung kebijakan yang benar serta menyampaikan kritik secara santun dan bertanggung jawab apabila terjadi penyimpangan.

๐ŸŒฑ Musyawarah, akhlak, dan konstitusi harus berjalan seiring demi kemaslahatan bangsa.

✨ Kalimat Renungan

"Ulil amri yang baik bukanlah mereka yang mengabdi untuk kekuasaan, melainkan mereka yang menggunakan kekuasaan untuk mengabdi kepada rakyat dan mempertanggungjawabkannya di hadapan Allah SWT."

๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ AKBERS! SIAP!

"Hidupkan kembali semangat kepemimpinan yang berlandaskan tauhid, amanah, musyawarah, keadilan, dan konstitusi."

Disusun dari kajian pemikiran Buya Mohammad Natsir dan literatur mengenai Masyumi. Salam Jihad , BES = Brother,  Eggi Sudjana.
×
Berita Terbaru Update