🌿*MUTIARA HIKMAH*🌿
📅 Kamis, 4 Juni 2026
🌌 *Kun Fayakun: Ketika Allah Berkehendak, Maka Jadilah*
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
📖 QS. Yasin (36): 82
اِنَّمَاۤ اَمْرُهٗۤ اِذَاۤ اَرَادَ شَيْـًٔا
اَنْ يَّقُوْلَ لَهٗ كُنْ فَيَكُوْنُ
Innamā amruhu idzā arāda syai'an ay yaqūla lahu kun fayakūn.
"Sesungguhnya urusan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu, Dia hanya berkata kepadanya, 'Jadilah!' Maka jadilah sesuatu itu."
(QS. Yasin: 82)
📖 QS. Yasin (36): 83
فَسُبْحٰنَ الَّذِيْ بِيَدِهٖ مَلَكُوْتُ كُلِّ شَيْءٍ وَّاِلَيْهِ تُرْجَعُوْنَ
Fa subḥānalladzī biyadihī malakūtu kulli syai'in wa ilaihi turja'ūn.
"Maka Maha Suci (Allah) yang di tangan-Nya kekuasaan atas segala sesuatu dan kepada-Nya kamu dikembalikan."
(QS. Yasin: 83)
🌟 Kedua ayat ini merupakan penutup Surah Yasin, salah satu surah yang paling dikenal dan sering dibaca oleh umat Islam di seluruh dunia. Namun, popularitasnya belum tentu diiringi dengan tadabbur dan pemahaman yang mendalam terhadap maknanya.
Pertanyaan penting yang layak direnungkan adalah:
❓ Apa makna sebenarnya dari "Kun Fayakun"?
❓ Bagaimana Allah dapat menguasai segala sesuatu di alam semesta ini?
Menurut pandangan BES, konsep Kun Fayakun menggambarkan kemutlakan kekuasaan Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Kehendak Allah tidak bergantung pada proses sebab-akibat sebagaimana yang berlaku dalam kehidupan manusia. Tidak terikat oleh relativitas, ruang, waktu, maupun logika manusia.
Allah tidak memerlukan tahapan, alat, atau perantara untuk mewujudkan kehendak-Nya. Ketika Allah berkehendak, maka cukup dengan firman-Nya:
*"Kun" (Jadilah), maka terjadilah apa yang Dia kehendaki.*
🌌 Dari mana asal langit dan bumi?
⭐ Bagaimana seluruh alam semesta beserta isinya tercipta?
👤 Kapan datangnya kematian dan Dimana ?
💰 Dari mana datangnya rezeki ?
❤️ Siapa jodoh yang akan dan telah dipertemukan dengan kita ?
Banyak hal dalam kehidupan manusia yang berada di luar jangkauan pengetahuan dan kendali manusia atau diluar Nalar .
Semua itu berada dalam ilmu dan kekuasaan Allah Yang Maha Mengetahui segala sesuatu :
هُوَ الْاَ وَّلُ وَا لْاٰ خِرُ وَا لظَّاهِرُ وَا لْبَا طِنُ ۚ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ
huwal-awwalu wal-aakhiru wazh-zhoohiru wal-baathin, wa huwa bikulli syai-in 'aliim
"Dialah Yang Awal, Yang Akhir, Yang Zahir, dan Yang Batin; dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu."
(QS. Al-Hadid 57: Ayat 3 ) .
🧠 Dalam pandangan BES, untuk memahami berbagai fenomena kehidupan tersebut diperlukan pendekatan yang disebut sebagai ES Theory yaitu OST JUBEDIL, yaitu upaya memahami ayat-ayat Allah secara mendalam melalui tadabur, perenungan, pemikiran , kajian, dan penghayatan terhadap tanda-tanda kebesaran-NYA.
Namun demikian, berbeda dengan Allah yang bersifat Kun Fayakun, Manusia sebagai Makhluk diwajibkan menggunakan akal, ilmu pengetahuan, perencanaan, ketelitian, dan ikhtiar dalam menjalani kehidupan.
📚 Dalam dunia ilmiah, setiap perubahan memerlukan proses, metode, pengukuran, desain, dan evaluasi yang rasional.
Karena itu manusia harus:
✅ Berikhtiar dengan sungguh-sungguh.
✅ Menggunakan ilmu pengetahuan secara benar.
✅ Menjadikan Al-Qur'an dan Sunnah sebagai pedoman , Axioma dan postulat berfikirnya .
✅ Memanfaatkan referensi ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Dalam berdakwah dan menyampaikan kebenaran pun Allah telah memberikan tuntunan:
📖 QS. An-Nahl (16): 125
اُدْعُ اِلٰى سَبِيْلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِيْ هِيَ اَحْسَنُ ۗ اِنَّ رَبَّكَ هُوَ اَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيْلِهٖ وَهُوَ اَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِيْنَ
Ud'u ilā sabīli rabbika bil-ḥikmati wal-mau'izhah al-ḥasanah wa jādilhum billatī hiya aḥsan, inna rabbaka huwa a'lamu biman ḍalla 'an sabīlihī wa huwa a'lamu bil-muhtadīn.
"Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik, dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang baik.
Sesungguhnya Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang sesat dari jalan-NYA dan DIA lebih mengetahui siapa yang mendapat petunjuk."
(QS. An-Nahl: 125)
🌿 Hikmah yang dapat dipetik adalah bahwa kemahakuasaan Allah harus melahirkan ketawadhuan dalam diri manusia. Allah mampu mewujudkan segala sesuatu dengan kehendak-NYA , sedangkan manusia wajib menempuh jalan ilmu, hikmah, ikhtiar, dan doa.
Semakin seseorang memahami makna Kun Fayakun, semakin ia menyadari keterbatasan dirinya dan semakin kuat keyakinannya kepada Allah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu.
🤲 Insha Alloh memberikan kepada kita hikmah, ilmu yang bermanfaat, keikhlasan dalam beramal, serta kemampuan untuk memahami tanda-tanda kebesaran-NYA di alam semesta dan dalam kehidupan sehari-hari.
⚔️ *Salam Jihad*
✍️ *BES = Brother Eggi Sudjana*










0 Komentar