Hot Posts

6/recent/ticker-posts

Nyala Kesadaran: “Dari Mana Jiwa Perjuangan Dibentuk”

Oleh: Muhammad Buyung Lubis
(Ketua Umum MD KAHMI Labuhanbatu Selatan)

MERPATINUSANTARA | Labuhanbatu Selatan, Minggu 31 MEI 2026 - Dari mana proses pembentukan jiwa perjuangan itu? Jawabannya sederhana: ia bermula dari bawah, dari titik paling rendah.

Jiwa perjuangan (nyala kesadaran) lahir dari penempaan kehidupan desa. Dari membaca realitas masyarakat. Dari merasakan denyut nadi kegetiran rakyat. Dari menghirup aroma wangi bunga, berpeluh keringat bersama kaum penyangga tatanan negeri: para petani.

Ia bergerak mengikuti aliran sungai impian yang bermuara pada pusaran peradaban. Bertanya pada alam terkembang, hingga memahami tafsir hutan. Menerjemahkan bahasa pegunungan dan semesta ruang kehidupan.

Lalu ia tumbuh dan berkembang. Mengisi kualitas diri, memenuhi kebutuhan akal dan keluhuran budi. Dada menyimpan gudang perbendaharaan kata, kaya peribahasa, dalam penalaran, halus pekerti, serta simpati dan empati.

Beragam pengalaman menambah kecakapan. Cakap menakwilkan tanda-tanda alam. Cakap merajut segenap sumber potensi, daya, dan manusia. Kecakapan yang mumpuni, bernas, padat nilai, mampu menemukan intinya inti suatu realitas.

Dari proses panjang itu terbentuk kerangka pemahaman yang utuh: logika kolektif. Tidak hanya berhenti pada lembaran kertas berisi data dan peta, tetapi menjelma menjadi karakter dengan mental terlatih dan kepedulian tanpa pamrih. Ia berkembang untuk memahami, lalu menguasai.

Pada akhirnya, jiwa perjuangan itu menular. Dari satu diri ke diri lain. Ke kelompok-kelompok pergerakan, ke komunitas-komunitas, hingga menjadi gelombang semangat nasional: nasionalisme.

Keterangan foto: Momen silaturahmi bersama Kkd. Ahmad Arifin, Ahad, 09 Syawal 1447 H / 29 Maret 2026 M.  

#MemantikBerbasisLiterasi #MBL #MemperjuangkanBasisLapangan

(Redaksi)

Posting Komentar

0 Komentar